Sekedar menjelaskan.

Satu postingan lagi teruntuk kamu.

Ternyata hati memang sulit diprediksi.
Berkasnya sudah hampir rapi, hanya beberapa saja yang masih berserakan.
Berfikir positif akan menyelesaikan semua susunan file dalam waktu dekat.
Begitu optimisnya, sampai aku lupa.
Aku lupa, aku hanya merapikannya dan mereka tetap ada disini.
Berkas ingatan itu nggak jauh.
Sebaik apapun hatiku menata lembaran-lembaran yang terburai, aku masih bisa melihatnya di dalam kepalaku.
Tumpukan rapi disudut yang tersembunyi tempatku menyimpan semua yang tidak ingin kubuang.
Semudah itu mengingat.
Semudah itu yang namanya flashback.

Seperti kemarin malam, saat tiba-tiba aku merasa ada yang hilang.
Iya, perasaan hilang yang sama seperti  tepat satu minggu yang lalu.
Jika bertanya apakah aku kangen ?
Coba lihat seberapa tebal tembok batas pantas itu,
Memangnya apa yang bisa diperbuat kangen terhadap tembok itu.
Menembusnya ? Merobohkannya ? Menghancurkannya ?
Tidak akan semudah itu.

'Kangen' tidak lagi bisa mewakili apa yang terasa.
Tapi masih ada sekeping ingin yang tertimbun ragu.
Keinginan yang sangat sederhana.
Keinginan yang hampir membuatku frustasi bertanya, lagi-lagi tentang kepantasan.

Aku ingin mendengarmu menyapaku.
Aku ingin kamu menoleh kearahku.
Berharap kamu menyadari, aku nggak pernah pergi.
Aku masih ditempat yang sama saat kamu memutuskan untuk pergi dan menghindari.
Dan kamu masih boleh kembali untuk duduk dan menikmati hidanganku.
Secangkir kopi favoritmu dan mie goreng yang selalu kamu tagih.

Bundel 'ingin' yang terbungkus selotip..
Sudah terbayar.
Dengan menyapaku seperti sore ini saja cukup.
Aku senang bisa kembali berteman.
Berkasnya ? Masih tetap harus dirapikan.
Sekedar menjelaskan, tidak ada yang berubah.
Hanya saja ruangan di hatiku sudah lebih rapi sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Tentang Teh Hangat dan Susu Jahe

Segelas teh hangat dan susu jahe. Anggap saja dua jenis minuman itu adalah kita, yang terhidang di meja semesta malam itu. Sedari dingin m...