Nite note.

Hai malam !
Rasanya sudah lama sekali aku tidak menyapamu seperti ini.
Yaa, kalau saja kamu mengerti berapa banyak aku berubah.
Aku pun setengah mati berusaha menyesuaikan.
Aku tau ini bukan alasan tepat.
Aku cuma sibuk beradaptasi dengan semua perubahan-perubahan ini, jadi tak sempat mencari alasan yang masuk akal.

Hai malam !
Terakhir kulihat kamu saat sedang cantik-cantiknya.
Bulan penuh, dan yaa dari sekian banyak hari rasanya hanya hari itu aku memandang langit lebih lama.
Sebenarnya aku hampir tak keluar rumah, kalau pun keluar hanya untuk berangkat tarawih ke langgar.
Aku kangen sekali..
Aku mau lihat lagi gemerlap lampu kota malam hari, aku mau rasakan esensi malam dalam deru jalanan, aku mau dibonceng naik motor sambil menebar pandangku ke langit gelap berhias kelip lampu pesawat.
Aku nggak tau sudah berapa lama aku menetap di dalam sini.
Ini hanya memperjelas bahwa aku benar-benar ashabul kahfi.

Hai malam !
Waktu aku baca ulang beberapa postingan lama blogku, aku menemukan satu yang menceritakan betapa aku menginginkan Jogja sebagai kota perantauanku, tapi sekarang inginku telak dimentahkan kenyataan kalau aku sudah resmi jadi maba Universitas Brawijaya. Malang.
Tak apa, tapi aku tetap ingin mengunjungi Jogja.
Aku mau lihat langit malam langsung dari daratan Jogja.
Aku masih menunggu ini dikabulkan..

Hai malam !
Tumben sekali suhu kota ini sedikit tidak manusiawi.
Seingatku ini masih Surabaya, bukan Malang apalagi kutub utara.
Dari kasur empuk hangat hingga selimut sarung tipis tetap saja tidak mampu menghalau dingin.
Mungkin kah demamku belum membaik, atau ini kulkas yang sedang kutempati ?

.
.
.
Hai malam, aku lupa ini sudah hampir shubuh :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Tentang Teh Hangat dan Susu Jahe

Segelas teh hangat dan susu jahe. Anggap saja dua jenis minuman itu adalah kita, yang terhidang di meja semesta malam itu. Sedari dingin m...